Tampilkan postingan dengan label Anime. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anime. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Mei 2010

Ga-Rei


Hampir sekitar 2 tahun yang lalu saya menemukan sebuah anime yang sangat bagus berjudul Ga-Rei: Zero. Setiap kali saya menonton anime ini, saya selalu menangis karena tersentuh oleh cerita dari ke-12 episodenya. Tak lama kemudian saya mengetahui bahwa anime ini adalah prequel dari manga Ga-Rei atau lebih tepatnya diambil dari 2 tahun sebelum peristiwa di seri Ga-Rei.

Nimura Kensuke adalah seorang pelajar SMA biasa yang memiliki kekuatan untuk merasakan dan melihat hantu sejak kecil. Karena kekuatan tersebut ia selalu merasa berbeda dan tidak ada yang mengerti akan dirinya. Hingga suatu hari ia bertemu dengan gadis bernama Tsuchimiya Kagura yang merupakan seorang exorcist yang kuat dan memiliki seekor spiritual beast Ga-Rei Byakuei (Nickname:Shiro), inugami yang wujudnya menyerupai naga putih. Bersama dengan Kagura, Kensuke memutuskan untuk bertarung bersama dalam membasmi evil spirits.

Hingga artikel ini dibuat manga Ga-Rei baru saja tamat pada April 2010 dengan 12 Volume yang tiap volumenya berisikan 4 Chapter. Saat ini saya sedang mununggu English Translation dari chapter 52 yang merupakan last chapter.

Dalam anime Ga-Rei: Zero, kisahnya berfokus pada awal mula hubungan karakter Tsuchimiya Kagura dan kakak angkatnya Isayama Yomi. Kensuke sendiri hanya muncul sekilas pada menit terakhir dari akhir episode yang merupakan scene awal dari manga Ga-Rei. Gambar pada seri animenya benar-benar keren dari awal hingga akhir. Adegan pertarungan mampu diperlihatkan secara detail dan menarik. Background music juga sangat mendukung, baik ketika adegan sedih ataupun adegan action. Untuk lagu pembuka dan penutupnya menurut saya cukup bagus, terutama saya sangat suka lagu pembukanya yang dinyanyikan oleh ‘Chihara Minori’ dengan judul ‘Paradise Lost’ yang menjadi inspirasi dari alamat email saya >.<

Pada bagian awal tadi saya menyebutkan bahwa seri ini adalah seri yang cukup menyentuh, akan tetapi sebenarnya cukup banyak jokes yang benar-benar bisa bikin perut kamu sakit karena tertawa. Saya rekomendasikan sebuah seri yang mampu membuatmu tertawa dan sedih, merasakan suka dan duka. Terutama saya rekomendasikan versi animenya terlebih dahulu yang dulu sempat booming tahun 2008.

Sabtu, 24 April 2010

Maria Holic


Sebulan yang lalu saya iseng-iseng membeli sebuah manga secara random^^ terbitan elex media berjudul Maria Holic. Tidak saya sangka ternyata komik ini menjadi manga komedi favorit saya saat ini. Cerita dalam manga ini benar-benar kocak dan di penuhi gadis-gadis manis dan ‘sebenarnya’ tidak ecchi.

Tokoh utama dalam cerita ini adalah ‘Kanoko Miyamae’, seorang ‘lesbian’ yang mesum, sesat, dan serba sial^^ juga alergi cowok. Mengikuti jejak orangtuanya ia pergi mencari cinta di sekolah putri(?) ‘Ame no Kisaki’. Dikelilingi oleh cewek-cewek manis membuat Kanoko merasa seperti di surga, hingga suatu hari ia bertemu dengan gadis(?) manis dan cantik ‘Mariya Shido’, yang ternyata adalah cowok yang menyamar sebagai perempuan. Kanoko yang mengetahui hal tersebut tidak bisa berbuat apa-apa karena Mariya telah menggengam ‘kelemahan’ Kanoko. Untuk mencegah Kanoko bicara yang macam-macam, dengan kekuasaanya sebagai cucu kepala sekolah sebelumnya, Mariya dan Maid-nya menjadi teman sekamar Kanoko untuk mencegahnya bicara yang macam-macam. Dimulailah kekonyolan Kanoko yang sebenarnya polos akan tetapi juga mesum >.<

Manga ini sangat bagus bagi kamu yang suka serial komedi. Bagi kamu yang tidak tahan melihat darah, bersiaplah karena manga ini dipenuhi oleh darah Kanoko yang tiap kali mimisan melihat cewek manis^^ (no dirty thought please). Untuk versi animenya sudah lama beredar dan terdiri dari 12 episode.

Senin, 12 April 2010

K-ON!! (2nd season)


Kabar gembira bagi fans K-ON, karena pada April ini season kedua dari seri ini telah hadir. Sebagai bocoran, season kedua anime ini akan mengambil kisah dan berbagai perisitiwa dari jilid ketiga manga-nya yang telah dirilis bulan Desember tahun lalu. Sampai artikel ini dibuat masih baru mencapai satu episode.

Kisah dimulai sejak musim semi yang menandakan bahwa Yui dkk (kecuali Azusa) kini telah kelas tiga, Mio yang takut tidak sekelas lagi dengan Yui, Ritsu, dan Tsumugi sangat terharu ketika tahu bahwa tahun ini mereka akan sekelas. Bukan hanya itu saja, ternyata sahabat baik Yui si Nodoka-chan juga sekelas dengan mereka, awalnya mereka mengira bahwa Nodoka menggunakan kekuasaanya sebagai anggota OSIS sehingga mereka dapat sekelas, ternyata seperti yang bisa kita duga, bahwa Sawako-sensei adalah penyebabnya^_~ (agar Sawoko tidak perlu bersusah payah menghapal nama baru).

Azusa yang satu-satunya anggota light music yang masih kelas 2 tentu akan sendirian jika Yui dan anggota light music lain lulus sekolah. Hal tersebut membuat Yui dkk merasa kalau Azusa akan kesepian jika light music club tidak mendapat anggota baru. Apakah light music club akan mendapat anggota yang baru? Bagaimana kisah para anggota band ‘After School Tea Time’ ini selanjutnya? Nantikan semua di ke-13 episodenya.


Download OP & ED:
Go! Go! Maniac (OP full) :
http://kreyzol95.wrzuta.pl/sr/f/5egARORKsbs/aki_toyosaki_-_go_go_maniac.mp3

Listen!! (ED TV) : http://www.megaupload.com/?d=KFJH22A4

Minggu, 04 April 2010

Nasuverse (Type-Moon Relations)


Sebelum membaca lebih jauh, saya peringatkan bahwa artikel ini termasuk kategori HEAVY SPOILER!! Hubungan-hubungan antar karakter dari seri-seri yang berbeda merupakan kelebihan dari produk atau seri-seri Type-Moon. Dan perlu diketahui bahwa tidak semua seri Type-Moon termasuk dalam Nasuverse.

Secara garis besar ada 3 seri utama yang menjadi pusat dari Nasuverse(untuk saat ini). 3 seri tersebut adalah; Tsukihime, Kara no Kyoukai, dan Fate/Stay Night. Dan kira-kira ada 4 faktor yang menghubungkan seri-seri Type-Moon ini, yaitu; Organisasi, Creature, Magic, Karakter.

Akan sangat panjang sekali jika saya ulas hubungan dari semua seri Type-Moon. Jadi akan saya tunjukan sebuah gambar yang saya unduh dari website typemoon.wikia yang menjelaskan secara singkat hubungan karakter-karakter Type-Moon. Seperti yang saya beritahu sebelumnya bahwa tidak semua seri Type-Moon termasuk dalam Nasuverse, seperti 'Canaan' contohnya. Untuk seri 'DDD' masih belum diketahui apakah termasuk dalam Nasuverse. Klik gambar dibawah untuk melihat gambar.

Senin, 29 Maret 2010

Kara no Kyoukai ~The Garden of Sinners~


Pada tahun 2007 Type-Moon mengeluarkan pengumuman resmi bahwa Kara no Kyoukai akan dibuat animenya. Berita yang menyusul menambah kehebohan yang terjadi, karena yang dimaksud ‘anime’ ternyata bukanlah ‘TV series’ seperti yang digosipkan pada awalnya, melainkan ‘movie’.

Tokoh utama dalam cerita ini adalah ‘Ryogi Shiki’ anak kedua dari keluarga Ryogi yang termasuk dari salah satu keluarga ‘Demon hunter’. Sejak kecil Shiki memiliki 2 kepribadian yaitu Shiki perempuan dan ‘Shiki’ laki-laki. Sifat keduanya sangat bertolak belakang, namun memiliki satu kesamaan yaitu; melindungi dirinya yang satu lagi. Karena kecelakaan yang dialaminya kepribadian ‘Shiki’ laki-laki menghilang, dan setelah koma 2 tahun lamanya Shiki yang telah menyentuh ‘kematian’ serta berada lama dalam ‘kekosongan’, mengakibatkan bangkitnya kekuatan ‘Mystic Eyes of Death Perception’ (kekuatan yang sama yang dimiliki Tohno Shiki dalam Tsukihime). Kekuatan tersebut mampu membuat Shiki melihat dan menyentuh ‘kematian’ benda-benda. Ia yakin, asalkan ‘hidup’ apapun— roh, dedemit^^ bahkan dewa sekalipun bisa dibunuh olehnya.

Seri ini termasuk dalam ‘Nasuverse’, dengan kata lain masih ada hubungannya dengan seri-seri lain dalam Type-Moon Relations. Movie Kara no Kyoukai seluruhnya diluncurkan dalam 7 bagian. Ketujuh ending theme movie ini dilantunkan oleh ‘Kalafina’ dengan lagu ‘oblivius’ (ED1), ‘Kimi ga Kaete Yuku’ (ED2), ‘Kizuato’ (ED3), ‘ARIA’ (ED4), ‘sprinter’ (ED5), ‘fairytale’ (ED6), ‘seventh heaven’ (ED7).


Download link: http://www.cyber12.com/page-Kara_no_Kyokai.html

Tsukihime's Attack


Dalam postingan saya sebelumnya telah kita ketahui bahwa Tsukihime merupakan debut dari Type-moon yang langsung melambungkan nama perusahaan game tersebut. Apa yang membuat Tsukihime begitu disukai penggemarnya? Apakah yang menarik dari visual novel Tsukihime ini?

Dalam Tsukihime kamu akan memainkan Tohno Shiki sebagai tokoh utama dan ada 5 heroine (tokoh wanita utama) yang dapat kamu pilih jalan ceritanya. Saran saya (bahkan type-moon juga menyarankannya) sebaiknya kamu menyelesaikan jalan cerita Arcuied terlebih dahulu lalu diikuti jalan cerita Ciel, Akiha, Hisui, dan terakhir Kohaku, toh jalan cerita Kohaku hanya dapat dijalankan ketika sudah menyelesaikan semua jalan cerita tokoh heroine lain. Tiap heroine memiliki 2 ending yang berbeda yaitu “True Ending” dan “Good Ending” terkecuali untuk seorang heroine yang hanya memiliki 1 ending saja yaitu “True Ending”. Jadi ada 9 ending yang dapat kamu nikmati dalam Tsukihime.

Pertama kali saya memainkan visual novel ini saya terkejut akan penampilannya yang sangat sederhana, bahkan sempat berpikir “Wah ini game kuno ya?!” Akan tetapi kebesaran nama Tsukihime membuat saya ingin tahu apa yang menarik dari visual novel yang satu ini. Ternyata ceritanya benar-benar sangat bagus, bahkan menurut saya Tsukihime merupakan visual novel terbaik yang pernah saya mainkan dari segi cerita. Berkali-kali anda akan dibuat menangis dan tersenyum karena kisah dan dialognya yang betul-betul menyentuh. Gambarnya pun lumayan baik, nilai plus untuk ekspresi para karakternya. Menurut saya hanya satu kelemahan visual novel ini, yaitu sistem gamenya yang sempat membuat saya berpikir bahwa Tsukihime adalah game kuno. Akan tetapi kelemahan yang seharusnya sangat krusial ini menjadi hanya sebuah masalah sepele karena kelebihan lain yang diberikan visual novel tsukihime.

“This is best visual novel..no, this is the best novel I’ve read in my life” seperti itulah Tsukihime bagi saya. Saya selalu tidak suka dengan tokoh utama dalam visual novel, akan tetapi saya merasakan perasaan yang berbeda terhadap karakter Tohno Shiki. Nasu sensei (penulis Tsukihime) mampu membuat saya untuk pertama kalinya menyukai karater utama game visual novel eroge. Unsur hentai bisa menjadi nilai plus bagi yang menyukainya, tetapi bisa menjadi nilai minus bagi yang tidak menyukainya. Kabar baiknya telah tersedia versi non hentai bagi kamu yang tidak menyukai unsur hentai, dan tentu saja tidak mengurangi inti cerita Tsukihime.

Secara objektif saya memberikan nilai 9.1 (strongly recommended) dari 1-10 untuk keseluruhan. Termasuk nilai tambahan karena memiliki hubungan atau korelasi dengan cerita lain seperti “Kara no Kyoukai” dan bahkan “FATE/STAY NIGHT” yang akan saya bahas dalam “Nasuverse”.

Download LINK:

Tsukihime “H-version”: http://www.megaupload.com/?d=38AYTB9R
Tsukihime “non H”: http://www.megaupload.com/?d=G8UB8CCX
Game langsung dapat dimainkan tanpa instalasi

Shingetsutan Tsukihime (anime): http://www.cyber12.com/page-64.html
Walktrought: http://lparchive.org/LetsPlay/Tsukihime

Sabtu, 13 Maret 2010

ARIA, Manga Terindah


Menurutku ARIA adalah salah satu karya manga terbaik yang pernah aku baca, ceritanya benar-benar sangat indah. Walaupun dibaca berulang kali, keindahan ARIA seakan tidak pernah pudar. Baik laki laki maupun perempuan saya jamin pasti akan suka akan judul yang satu ini.

ARIA adalah manga karangan Kozue Amano. Seri ini awalnya berjudul ‘Aqua’ ketika di terbitkan oleh Enix di majalah bulanan Stensil. Berubah judul ketika pindah ke majalah Mag Garden Comic Blade. Aqua (2001-2002) di kumpulkan menjadi 2 jilid, sedangkan ARIA (Nov 2002 - Apr 2008) terdiri atas 12 jilid. Pada 2005 animasi Aria season pertama akhirnya dibuat dengan judul ‘ARIA the Animation,’ lalu tahun season kedua dengan judul ‘ARIA the Natural’ pada tahun 2006, sebuah OVA pada September 2007, dan season ketiga dengan judul ‘ARIA the Origination’ pada tahun 2008.

Aqua dan ARIA bersetting pada awal abad 24 tahun 2301 AD, di kota Neo-Venezia di planet Aqua yang sebelumnya bernama Mars. Setelah setelah bertransformasi menjadi planet yang 90% permukaan tanahnya tertutup oleh air, banyak orang dating ke planet ini untuk mencari kehidupan baru, salah satunya adalah Akari Mizunashi, karakter utama serial ini.

Dengan harapan menjadi seorang ‘undine’ (gadis pengayuh gondola di Aqua), Akari bergabung dengan perusahaan undine bernama ‘Aria Company’ yang pegawainya hanya terdiri dari seorang ‘prima undine’ bernama ‘Alicia’ dan seekor kucing mars yang menjabat sebagai presiden perusahaan, ‘Aria pokoteng’. Dalam pelatihan Akari, ia berteman dengan undine dari perusahaan lain seperti Aika, Akira, Alice, Athena dan banyak karakter lainnya yang entah mengapa nama panggilannya hampir selalu berawalan atau berlafalkan dengan huruf “A”.

Seri Aqua bercerita tentang awal kedatangan Akari ke planet Aqua dan pelatihan awal sebagai seorang ‘pair undine’. Sedangkan seri ARIA melanjutkan cerita pelatihan Akari yang telah menjadi seorang ‘single undine’ yang berakhir dengan kelulusanya bersama Aika dan Alice sebagai prima undine.

Pertama kali mengenal ARIA bisa dibilang merupakan suatu kebetulan. Saat itu aku sedang mencari komik baru, lalu aku melihat ada sebuah komik (ARIA tentunya) yang sampul plastiknya telah dilepas. Aku coba melihat ke dalam komik tersebut dan ternyata gambarnya sangat bagus. Tanpa melihat isi cerita, akupun membeli komik tersebut. Waktu aku membacanya di rumah kesan pertamaku tentang komik tersebut adalah “benar-benar biasa.” Karena sayang sudah dibeli, akupun membacanya hingga selesai. Tetapi kesan pertama saya terhadap komik tersebut perlahan mulai berubah ketika saya membaca jilid kedua. Aku merasakan adanya daya tarik yang membuat aku ingin terus membaca komik ini berulang-ulang.

Apa yang membuat saya saat itu berubah pikiran? Karena saya melihat ARIA sebagai karya yang disusun dengan begitu sederhana tetapi memiliki daya tarik yang KUAT. Sederhana tetapi memiliki daya tarik yang kuat? Kok bisa? Ya, dalam ARIA, kamu hanya akan disajikan potret kehidupan sehari-hari masyarakat sebuah kota yang biasa saja lengkap dengan aktivitasnya yang juga tidak terlalu istimewa. Tetapi justru kesederhanaanya itulah yang membuat daya tarik seri ARIA ini menjadi begitu kuat. ARIA menawarkan sesuatu yang lain yaitu suasana ketenangan dan kedamaian yang sangat kental dalam setiap episodenya. Berbeda dengan dengan tema-tema lain yang mulai umum seperti petualangan, kisah cinta, mecha, bahkan echii! Anda akan dibuai oleh keindahan planet Aqua dan keseharian Akari yang mungkin sepele, tetapi memiliki makna yang dalam.

Dari segi gambar saya lebih menyukai versi manganya. Kamu tidak akan menemukan goresan tangan khas Kozue Amano di versi animenya. Akan tetapi, ada banyak cerita yang tidak akan kamu temukan dari versi animenya di versi manganya.

Melalu ARIA inilah untuk pertama kalinya saya benar-benar mengagumi seorang tokoh nyata (sebelumnya hanya tokoh film atau anime >.<) seorang mangaka bernama Kozue Amano. Sungguh tak habis pikir bagaimana ia bisa membuat manga yang sederhana ini menjadi sangat menarik dan indah. Andai bisa bertemu dan bercerita bersama Amano tentu merupakan hadiah terindah yang hanya bisa saya bayangkan saat ini. T___T